Konsep Conditional dalam Algoritma Pemrograman - Perwira Learning Center

 

Konsep Conditional dalam Algoritma Pemrograman

  

1. Latar Belakang

 

    Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi tertentu. Misalnya, jika langit mendung maka kita membawa payung, atau jika lampu merah menyala maka kendaraan berhenti. Pola pengambilan keputusan seperti ini juga diterapkan dalam dunia pemrograman melalui konsep conditional atau percabangan. Tanpa percabangan, sebuah program hanya akan berjalan lurus dari atas ke bawah tanpa dinamika. Percabangan memungkinkan program untuk "berpikir" dan menentukan alur eksekusi berdasarkan input atau kondisi yang diberikan.

 


 

 

2. Alat dan Bahan

 

 a. Perangkat Lunak

   - Sistem Operasi Linux (Ubuntu).

    - Text Editor (VS Code).

    - Web Browser (Google Chrome / Firefox) untuk menjalankan Console JavaScript.

b. Perangkat Keras

    - Laptop / Komputer.

 

3. Pembahasan

 

3.1 Apa itu JavaScript?

 

    JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat halaman web menjadi interaktif dan dinamis. JavaScript dikembangkan pada tahun 1995 oleh seorang programmer bernama Brendan Eich. Awalnya, bahasa pemrograman JavaScript disebut Mocha, kemudian diubah namanya menjadi LiveScript, dan akhirnya diubah lagi menjadi JavaScript.  

Peran JavaScript dalam web: 

HTML -> struktur web

CSS -> tampilan

JavaScript -> logika dan interaksi  

 

Jika dianalogikan, html adalah tulanganya, css adalah kulitnya, dan javascript adalah otaknya.  

 

3.2 Operator Logika dan Perbandingan

 

Sebelum masuk ke if-else, kita wajib memahami operator yang menghasilkan nilai true atau false.

 A. Operator Logika

     Operator logika berfungsi untuk menggabungkan dua kondisi. 

 

OperatorNamaPenjelasanContoh
&&ANDBernilai true jika SEMUA kondisi benar.true && falsefalse
||ORBernilai true jika SALAH SATU kondisi benar.true || falsetrue
!NOTMembalikkan nilai boolean.!truefalse

 

B. Operator Perbandingan 

    Operator perbandingan berfungsi untuk menghasilkan nilai boolean. 

 

Operator

Arti

Contoh

Hasil

==

Sama dengan (hanya nilai)

5 == "5"

true

===

Identik (nilai & tipe data)

5 === "5"

false

!=

Tidak sama dengan

5 != 8

true

!==

Tidak identik

5 !== "5"

true

>

Lebih besar

10 > 5

true

<

Lebih kecil

3 < 5

true

>=

Lebih besar sama dengan

8 >= 8

true

<=

Lebih kecil sama dengan

9 <= 10

true

 

3.3 Apa itu Conditional (percabangan) dalam JavaScript?

 

    Conditional atau percabangan adalah struktur logika dalam pemrogramman untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu. 

 

Pola dasar percabangan itu = 

Jika kondisi terpenuhi → lakukan sesuatu
Jika tidak → lakukan hal lain 

 

3.4 Jenis - Jenis Conditional Statement 

 

1. If statement

    Digunakan jika hanya ada satu kondisi yang perlu diperiksa. Jika salah, program tidak melakukan apa-apa (melewatinya).

    

Contoh kode = 

 


 

2. If - else

    Digunakan jika ada dua kemungkinan (Benar atau Salah). Ini adalah logika biner paling dasar.

  

Contoh kode = 

 


 

3. If - else if - else  

    Digunakan jika terdapat lebih dari dua kondisi yang harus diperiksa secara berurutan.

  

Contoh kode = 

 


 

4. Switch  

    Digunakan untuk mengecek satu variabel terhadap banyak kemungkinan nilai (kasus). Struktur ini lebih rapi daripada if-else yang terlalu panjang.

 

Contoh kode:  


 

3.5 Kesalahan Umum dalam Percabangan

 

1. Salah Operator Sama Dengan: Menggunakan = bukannya == atau === (perbandingan).

    -> Salah: if (nilai = 100), ini malah mengubah nilai jadi 100.
    -> Benar: if (nilai === 100)

2. Lupa break di Switch: Menyebabkan program menjalankan case di bawahnya (bocor/fall-through).

3. Salah Urutan Logika: Menaruh kondisi umum di atas kondisi spesifik.

4. Nested If Terlalu Dalam: Terlalu banyak if di dalam if membuat kode sulit dibaca (Spaghetti Code). Jika ingin melakukan percabangan di dalam percabangan, lebih baik 2-3 percabangan saja agar program bisa membacanya.

 

3.6 Pada saat kapan kita menggunakan antara if else dan switch?

 

1. Gunakan If-Else jika: 

    a. Kamu sebaiknya menggunakan if-else ketika kondisinya rumit atau fleksibel.

    b. Mengecek Rentang Nilai (Range): switch susah dipakai untuk mengecek "lebih besar dari" atau "lebih kecil dari".

    c. Kondisi Majemuk (Banyak Syarat): Jika kamu butuh logika AND (&&) atau OR (||).

    d. Cek Kebenaran (Boolean): Jika hanya ada dua kemungkinan (Benar/Salah).
 

2. Gunakan Switch Case jika: 

    a. Satu Variabel vs Banyak Nilai Pasti: Kamu hanya mengecek satu variabel yang isinya sudah pasti (bukan rentang).

    b. Kerapian Kode (Readability): Jika kamu punya lebih dari 3 kemungkinan nilai pasti (else if yang terlalu banyak akan membuat mata sakit membacanya). Switch jauh lebih rapi.

  

3.7 Kesimpulan

 

    Konsep conditional dalam algoritma pemrograman merupakan dasar penting dalam proses pengambilan keputusan pada sebuah program. Dengan adanya conditional, program dapat menentukan tindakan yang berbeda berdasarkan kondisi tertentu.

 

4. Daftar Pustaka 


Cloudxier. (n.d.). Mengenal conditional statement dalam JavaScript. Cloudxier.
https://www.cloudxier.com/blog/details/20

Petani Kode. (n.d.). Belajar JavaScript: Memahami percabangan dalam JavaScript. Petani Kode.
https://www.petanikode.com/javascript-percabangan/

Mangcoding. (n.d.). Percabangan dalam JavaScript. Mangcoding.
https://mangcoding.com/id/percabangan-dalam-javascript/

Dibimbing.id. (n.d.). Mengenal percabangan JavaScript: Jenis dan contohnya. Dibimbing.id.
https://dibimbing.id/blog/detail/percabangan-javascript

 

  

Posting Komentar

0 Komentar